
Foto Gianfranco Ferre
Milan – Gianfranco Ferre, desainer Italia yang terkenal sebagai “arsitek fashion” untuk rancangan-rancangannya yang terstruktur dan terpahat, dan untuk jabatan abadinya di Christian Dior, wafat hari Minggu (17/6), di sebuah rumah sakit. Ia menutup usianya di angka 62 tahun.
Ferre dibawa ke rumah sakit San Raffaele, Milan, Jumat pekan lalu setelah menderita pendarahan otak. Rumah sakit tersebut, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh keluarga Ferre, mengatakan ia meninggal dunia pada Minggu malam.
Ucapan belasungkawa dari desainer-desainer top Italia berdatangan ketika berita tentang wafatnya menyebar–hanya beberapa hari sebelum koleksi musim panas 2008 untuk busana pria dipamerkan di Milan akhir pekan ini.
Giorgio Armani, raja dari produk-produk Italia yang mendunia tempat Ferre juga berkiprah, mengatakan bahwa ia telah lama mengagumi karya-karya artistik dan intelektual Ferre.
“Ketika saya berpikir tentang Gianfranco Ferre, ide yang segera muncul dalam pikiran adalah gengsi, ketenangan, rasa tanggung jawab yang ia munculkan dalam karya-karyanya,” kata Armani, menurut kantor berita ANSA.
Ferre memulai kariernya sebagai desainer aksesori dan perhiasan, dan kemudian beralih ke busana.
Gelar tak resminya sebagai arsitek fashion Italia berkat gelar arsitek yang ia dapatkan dari Milan’s Polytechnic Institute tahun 1969. Latar belakang pendidikannya ini berpengaruh besar pada desain-desain busananya.
Ia membangun perusahaannya sendiri di pertangahan 1970-an, tapi lompatan besarnya terjadi pada 1989, ketika ia dibajak oleh Bernard Arnault untuk menjadi desainer top bagi Christian Dior. Pada saat itu, nyaris tak pernah terdengar desainer non-Prancis yang mengendalikan sebuah rumah mode Paris yang paling bergengsi.
Ferre tinggal di Dior hingga musim gugur 1996, ketika ia kembali ke Milan untuk membuat koleksi busana pria dan wanita dengan label sendiri.
Gaya Ferre berdasarkan pada garis-garis sederhana dan terstruktur, dan blus putih menjadi salah satu trademark-nya. Setelannya dikenakan oleh perempuan-perempuan pengusaha di seluruh dunia yang menginginkan penampilan anggun.
Untuk gaun malam, Ferre kerap membuat busana-busana penting dengan rok-rok lebar yang didukung oleh lapisan-lapisan simpai.
Ferre sendiri memiliki sosok yang unik, teddy bear besar untuk seorang pria yang berbusana dalam setelan tiga-potongan. Donatella Versace menyebut Ferre sebagai pria “dari zaman lain” yang mengubah fashion Italia.
“Ia adalah seorang desainer hebat yang tahu bagaimana membuat sebuah rancangan yang cantik dengan detail-detail yang tidak pernah bosan saya lihat dan yang tetap abadi dalam sejarah fashion,” demikian ucapan Versace yang dikutip ANSA.
Ferre mewakili “tingkat paling tinggi dari gaya, kesenimanan, dan kreativitas,” kata Roberto Cavalli. “Seorang seniman sejati, murni, seorang manusia indah yang akan dirindukan selalu oleh dunia fashion.”
Tahun 2002, Ferre menjual Gianfranco Ferre kepada It Holding, tapi ia tetap menjadi direktur kreatif. Koleksi busana pria musim panas 2008 karya Ferrre dijadwalkan dipresentasikan Minggu, di Milan.
Lahir 15 Agustus 1944 di Legnano, Italia Utara, Ferre bekerja dan tinggal di India selama beberapa tahun. Hasratnya untuk bepergian dan budaya-budaya dunia kerap tercermin dalam koleksi-koleksinya.
Karena itu…aku ingin menjadi Desainer Busana Terkenal.
Menurut kamu…Bagus atau gak???
Quw jg pengen bgtz jd desainer busana profesional…
hehehehehe….
Amiiieeeennn….